Nikmatnya Bunda Mertua Tetanggaku
Aku merupakan seorang pria berusia 42 tahun, menikah serta telah mempunyai dua anak yang lucu-lucu. Seusai menyimak kisah-kisah di cersex, aku ingin menceritakan pengalamanku sendiri dengan bunda tetanggaku 3 tahun yang lalu terhadap pembaca sekalian. Selamat membaca.
cerita-sex-nikmatnya-ibu-mertua-tetanggakuCerita Sex: Nikmatnya Bunda Mertua Tetanggaku
Setiap sabtu malam minggu aku punya kebiasaan main catur di rumah tetanggaku. Catur merupakan salah satu dari sekian tidak sedikit hobiku tidak hanya olahraga, membaca, otak-atik elektronik serta bercocok tanam. Aku biasanya main catur dengan tetanggaku, seorang bujangan yang rumahnya tidak jauh dari rumahku. Tetanggaku itu tinggal hanya dengan ibunya saja. Kakak perempuannya telah menikah, serta tinggal dengan suaminya di lain kota. Hubunganku dengan sahabatku terjalin sangat akrab, juga dengan ibunya. Kami saling menghormati satu sama lain, meskipun beda usiaku dengan sang bunda hanya 5 tahun, dirinya 5 tahun lebih tua dariku saat itu. Hingga terjadilah momen itu, yang tidak sempat kusangka-sangka sebelumnya. Momen yang akhirnya mengubah diriku 180 derajat.
Seperti pada sabtu sebelumnya, aku bermaksud main ke rumahnya buat caturan. Kupamit pada istriku serta segera bergegas ke rumahnya. Udara malam itu terbukti dingin sekali dampak hujan lebat selagi 2 jam yang terjadi sore tadi. Pendek kata aku telah berada di pintu rumahnya. Kuketuk pintunya, serta tidak lama pintu itu terbuka. Nyatanya si bunda yang membukanya.Cerita Sex 2015
“Oh Ibu, ada Barinya bu?” tanyaku ramah.
“Nak Surya? oh Barinya lagi berangkat tuh…” jawab si bunda sama ramahnya.
“Ke mana, Bu?”
“Ke pesta pernikahan kawan SMUnya. Baru aja dirinya jalan…”
“Oh gitu ya?” sahutku. “Kalau gitu, saya pamit aja deh…”
“Oh, kenapa buru-buru, kan Nak Surya baru hingga?”
“Ah, nggak. Kalau Bari nggak ada, saya pamit aja deh…”
“Ah, jangan tergesah-gesah begitu. Temani Bunda ya?”
Walau agak heran dengan permintaannya, aku akhirnya menurut juga. Kuikuti dirinya masuk. Kamipun tidak lama asyik berbincang-bincang di ruang tamunya. Hingga akhirnya si bunda menawariku kopi.
“Oh iya, Nak. Keasyikan ngobrol maka lupa nawari minum. Sebentar saya siapkan dulu ya…”
“Ah, Ibu. Nggak usah repot-repot…”
“Ah, nggak kok. Masa repot?” kata si bunda sambil tersenyum ramah. Seusai itu, dirinya segera beranjak ke dapur.
Sambil menunggu, kuambil surat berita terbitan kali ini yang tergeletak di meja tamu lalu kubaca-baca. Sedang asyik kubaca surat berita itu, tiba-tiba si bunda memanggil dari dapur.
“Nak… Nak, dapat saya minta tolong?”
“Oh, ada apa, Bu?”
Spontan aku segera beranjak dari sofa itu serta langsung menghampirinya. Nyatanya kompor gas si bunda agak macet serta dirinya memintaku membetulkannya. Pas sedang membetulkannya, tidak sengaja aku menonton ke arah gundukan payudara si ibu. Saat itu si bunda sedang membungkuk memperhatikanku yang sedang sibuk mengutak-atik kompor gasnya yang macet. Apalagi si bunda hanya mengenakan daster yang belahan dadanya agak rendah. Aku langsung terpana melihatnya. Tidak hanya besar, payudaranya juga tampak ranum serta kenyal. Tidak kusangka perempuan ini tetap mempunyai payudara seindah itu di usianya yang tidak muda lagi. Pemandangan indah itu membikin Kontolku mulai tegak membesar dari balik celana jeans yang kukenakan tanpa kusadari. Aku begitu terangsang menonton keindahan payudara si ibu.
Si bunda yang semula perhatiannya ke pekerjaanku, tidak urung kaget juga menonton perubahan ukuran Kontolku. Tapi anehnya, dirinya tidak juga mengubah posisinya. Sepertinya dirinya sih tahu aku terangsang dengan kemolekan payudaranya tapi dirinya tampak cuek saja, pura-pura tidak tahu. Akhirnya seusai berusaha sekuat tenaga mengendalikan malu sekaligus mengendalikan Kontolku supaya tidak terus membesar ukurannya, berakhir juga persoalan kompor itu.
“Wah, Nak Surya hebat!” pujinya di sampingku.
“Ah, nggak masalah… cuma persoalan kecil kok Bu” sahutku.
“Kalau gitu bunda dapat minta tolong lagi?” katanya sambil menatapku nakal serta tersenyum genit.
Walau aku telah menduga apa yang bakal dirinya minta itu, tidak urung hatiku berdebar-debar juga menanti pertanyaannya. Apalagi kulihat dirinya terus mendekatkan dirinya ke tubuhku.
“A.. aa… pa Bu?” lidahku mendadak kelu, menyadari alangkah dekat wajahnya denganku saat ini.
Sambil mendesah, si bunda mengatakan parau, “Ibu mau kalian cium ibu…”
Belum sempat menyahut, dirinya langsung berjinjit, memeluk leherku lalu mencium bibirku. Sejenak aku terkesiap, tetapi tidak lama kemudian kami telah asyik berciuman di dapur itu. Hilang telah akal sehatku seusai bibirku bersentuhan dengan bibirnya yang tipis serta indah itu. Sambil asyik berciuman, diraihnya tangan kananku untuk meremasi payudaranya di sebelah kanan, sedangkan diarahkannya tangan kiriku ke pantatnya. Tangankupun langsung bergerak terampil. Keduanya langsung bergerak nakal menjalari payudara serta pantatnya yang ranum serta montok itu.
Si bunda tampak melenguh-lenguh merasakan nakalnya tanganku meremasi payudara serta jari-jariku menyusuri belahan pantatnya. Di lain pihak, tangan si bunda aktif meremasi Kontolku dari luar celanaku, membikin juniorku itu terus meradang saja ukurannya. Satu tangannya dirinya julurkan ke dadaku untuk meremasi puting susuku yang tercetak jelas dari balik kemeja kaus ketat yang kukenakan ini. Ketika nafsu kami terus memuncak, dituntunnya aku ke ruang keluarganya. Di sana dengan serempak, kami saling melucuti pakaian masing-masing, maka tidak lama kamipun telah bugil.
Kupandangi dengan sepenuh nafsu tubuhnya yang bugil itu. Luar biasa! Usia boleh kepala 4, tapi bodinya tidak kalah dengan bodi para perempuan yang lebih muda. Tanda-tanda ketuaan terbukti tidak dapat ditutupi, tapi dengan cara garis besar, dirinya tetap sangat menggiurkan bagi para lelaki mana saja yang menatapnya. Apalagi kalau telah bugil begini. Bahunya lebar, payudaranya besar, ranum serta mengkal. Tidak tampak tanda-tanda melorot semacam payudara para wanita seusianya. Perutnya rata, nyaris tidak ada lemaknya. Pinggangnya bundar, pinggulnya montok. Kaki serta betisnya tampak mulus serta kencang. Mungkin si bunda suka olahraga juga nih, makanya bodinya begitu terawat serta indah.Cerita Sex 2015
Di lain pihak, si bunda tampak tidak kalah kagumnya melihatku telanjang. Maklumlah, kegemaran olahragaku yang telah kutekuni sejak SD, membikin fisikku menjadi sangat bugar. Otot-otot kekar nan liat tampak bersembulan di sekujur tubuhku. Membikin tidak sedikit wanita tidak jarang kelimpungan kalau melihatku telanjang.
“Tubuh Nak Surya bagus banget deh… Bunda suka sama lelaki macho kayak Nak Surya ini…” kata si bunda smabil menatapku penuh nafsu. Dirinya mendekatiku lalu memelukku lagi. Kedua tangannya bergerak liar, meraba-raba bukit dada serta perut simetrisku, lalu bergerak turun ke arah Kontolku. Sesaat kemudian, kami kembali asyik berciuman liar serta saling meremas apa yang dapat kami remas.
Hanya sebentar kami melakukan itu. Berikutnya, kami saling menggeletakkan diri di atas karpet tebal di ruangan itu. Kami seakan tahu apa yang wajib dilakukan selanjutnya. Kami membentuk posisi 69 serta tidak lama kami telah asyik saling menjilati kemaluan lawan mainnya. Si bunda tampak bersemangat mengulum kemaluanku sambil asyik mengocoknya. Sesekali dirinya ikut menjilat serta meremasi kantung spermaku.
Aku serta Bunda Tetanggaku
Rasanya sangat dahsyat kulumannya. Bahkan kuluman istriku tidak sedahsyat kulumannya. Tampaknya si bunda ini sangatlah telah lama tidak disentuh lelaki, hingga kulumannya tampak begitu ganas. Di bawah sana, lidah serta jari-jariku tidak kalah aktifnya dengan tangan si ibu. Lidahku bergerak naik-turun sambil menjilati bibir kemaluannya, labia mayoranya serta semua yang ada di sekitarnya. Tangan kiriku asyik meremasi bokongnya, sedangkan jari-jari tangan kananku asyik menusuki celah memeknya.
Kami terus saling merangsang sambil mendesis-desis penuh kenikmatan. Kami saling mencium, menjilat, meremas, serta menggigit dengan rakusnya. Hingga akhirnya kami sendiripun merasa tidak tahan. Tanpa ada instruksi sebelumnya, serentak kami berubah posisi. Si bunda ambil posisi di bawah, sedangkan aku bergerak menindih di atas tubuh moleknya. Sambil tersenyum mesum, dirinya buka selangkangannya lebar-lebar. Memamerkan liang surganya yang sangat indah nan menggiurkan itu. Membikin jakunku naik-turun berulang kali. Tidak sabar segera kutuntun Kontolku ke celah memeknya.
Kugesek-gesekkan sejenak kepala Kontolku di bibir memeknya, sebelum akhirnya kudorong pelan.
“Ssleebb… ssleebbb… bblessshhh…” sedikit demi sedikit Kontolku tertelan liang surganya, memunculkan sensasi nikmat yang sulit digambarkan rasanya. Si bunda sendiri tampak meringis-ringis nikmat merasakan sodokan kemaluanku yang hangat serta keras ini memasuki liang surganya.
Memek si bunda kurasakan tetap sempit serta legit. Tidak kalah dengan memek para gadis. Tampaknya si bunda sangat pintar dalam menjaga kemaluannya itu. Membikin batang Kontolku yang ukurannya king size itu tampak agak kesulitan menembusnya. Tetapi dengan rangsangan terus menerus dariku di titik-titik erotisnya, akhirnya memek si bunda menyerah juga. Lorong yang hangat itu terasa terus basah seiring meluapnya cairan pelumasnya, dampak rangsangan lidah serta tanganku di payudaranya.
Kontolku terus melaju hingga hingga di tahap terdalam liang surganya. Lalu mulai kupompa dia. Aku bergerak dalam posisi push-up di atasnya. Sementara pantatku bergerak maju-mundur mengebor memeknya. Terus lama gerak pantatku terus kupercepat. Membikin jeritan erotis si bunda terus keras terdengar. Membuatku terus bersemangat dalam menjajah celah kemaluannya.
Keringat mulai mengalir deras membasahi tubuh bugil kami. Si bunda tampak menjerit-jerit keenakan dipompa senjataku. Sepasang tangannya meremasi rambutku. Tidak jarang tangan-tangan itu aktif mencakari punggungku yang liat ini, membikin sedikit pedih di kulitnya sebab kukunya yang agak panjang itu. Aku sendiri tidak mau kalah. Sambil terus memompa Kontolku dalam-dalam, aku asyik mencumbui bibirnya yang seksi. Aku juga gigit-gigit pelan lehernya yang mulus kulitnya itu. Sesekali aku menyusui sepasang payudaranya yang menggiurkan itu dengan cara bergantian. Pantat serta pinggul si bunda tampak bergoyang-goyang liar menyambut sodokan Kontolku, membuatku nyaris gila sebab begitu nikmat pengaruhnya di batang Kontolku.
Sekitar 15 menit kemudian si bunda keluar. Dirinya terus erat memeluk tubuh atletisku yang basah kuyup oleh keringat kami berdua. Kubiarkan dirinya beristirahat sejenak seusai orgasmenya itu. Kemudian kembali kuserang dia. Kucoba bangkitkan gairahnya lagi dengan meremasi setiap jengkal titik erotisnya. Tidak lama kami telah asyik berciuman dengan liarnya sambil saling meremas serta meraba. Tidak perlu lama untuk membangkitkan gairahnya. Ciuman kami yang liar sukses membuatnya panas kembali. Ketika aku hendak menggaulinya lagi dengan posisi serupa, dirinya menggeleng.
Dia berdiri lalu memintaku untuk bercinta lagi di posisi lain. Aku tersenyum mendengar permintaannya itu. Lalu segera kubopong dirinya ke atas sofa di ruang keluarganya. Di sana kami tetap sempat bergelut sebentar sebelum dirinya bergerak lagi. Dirinya naik ke atas pangkuanku membelakangiku. Dipegangnya batang Kontolku yang tetap perkasa ini ke arah memeknya yang telah mulai basah kembali, lalu… “blesshhhh….” masuk telah seluruh batang Kontolku ditelan memeknya.Cerita Sex 2015
Pada posisi yang kedua ini, rasa nikmat yang kami rasakan terasa luar biasa. Kemaluanku yang king size ini begitu menikmati pijatan otot-otot memeknya si ibu. Di lain pihak si bunda tidak henti-hentinya mendesis kenikmatan. Kepalanya tampak bergoyang-goyang liar merasakan pompaan Kontolku. Kepala kemaluanku yang besar ini rupanya sukses hingga di mulut rahimnya, serta memberikan kenikmatan tidak terhingga baginya. Turun-naik, keluar-masuk, memompa serta dipompa, menggoyang serta digoyang. Terus lama terus liar serta cepat. Sambil memompa, tidak henti-hentinya kuremasi payudaranya yang montok itu dari belakang. Semacam tadi, kurang lebih 15 menit kupompa memeknya, dirinya keluar lagi untuk yang kedua kalinya.
Sebelum aku keluar, kami sempat bercinta dalam 2 posisi lagi. Kami melakukannya dalam gaya berhadapan serta gaya anjing di sofa itu. Aku sukses membuatnya keluar sebanyak 2 kali. Masing-masing dalam setiap gaya persetubuhan yang kami lakukan.
10 menit kemudian, seusai lebih dari sejam kami bercinta, ambrol juga pertahananku. Kutarik Kontolku keluar dari jepitan memeknya semenit sebelum aku hingga di puncak. Lalu kusemburkan spermaku berkali-kali ke wajah serta payudara si ibu. Spermaku yang kental serta tidak sedikit itu membasahi wajah, leher, payudara serta rambutnya. Dikocoknya batangku, seakan-akan dirinya tidak puas dengan seluruh sperma yang kutumpahkan tadi. Setelahnya, dirinya raih sperma-sperma itu untuk ditelannya hingga habis. Sisanya dirinya balurkan ke dada serta kedua puting susuku, untuk dirinya jilati semacam seorang anak menjilati sisa-sisa es krimnya. Membuatku meringis-ringis kegelian.
Puas bercinta, kami sama terkapar di atas sofa. Kami bercanda sambil sesekali berciuman serta saling meremas. Sesudahnya aku mandi di rumahnya untuk membersihkan tubuhku dari sisa-sisa pergumulan dahsyat tadi, supaya tidak ketahuan istriku. Berakhir mandi, si bunda membuatkanku teh manis hangat dengan cemilan ringan. Kamipun berbincang-bincang sejenak semacam tidak ada terjadi apa-apa di antara kami.
Begitu kudapannya habis serta aku hendak pamit, si bunda buru-buru mencekal lenganku. Sambil menatapku genit, dirinya beramanat aku lebih sering-sering mampir ke rumahnya. Aku hanya tersenyum saja mendengar permintaannya itu. Dirinya lalu mencium bibirku dengan sepenuh perasaan. Dirinya juga sempat meremas kemaluanku dari balik celana, sebelum dirinya melepasku di teras rumahnya
Dalam perjalanan ke rumah, aku berkali-kali menghembuskan nafas panjang. Aku tidak sempat menyangka akhirnya aku berselingkuh juga. Dengan wanita yang tidak kusangka-sangka pula. Tetangga sekaligus bunda sahabat baikku selagi ini. Sebelumnya tidak sempat sekalipun aku mengkhianati istriku selagi 15 tahun pernikahan kami. Tidak sedikit wanita di luar sana yang begitu menarik, tetapi tidak sedetikpun aku berminat untuk berselingkuh dengan mereka. Apalagi istriku juga tergolong wanita yang pandai memuaskanku di atas ranjang.
Kali ini semuanya terasa berbeda. Mesikipun aku sangat rugi telah mengkhianati istriku, aku tidak dapat membohongi diriku sendiri kalau perselingkuhan itu nyatanya nikmat juga. Sangat nikmat malah. Ibarat kalau selagi ini kami hanya makan ‘opor’ di rumah tangga kita, selingkuh berarti kami makan ‘opor’ di luar sana, tetapi dengan variasi, rasa serta sensasi yang berbeda.
Aku merupakan seorang pria berusia 42 tahun, menikah serta telah mempunyai dua anak yang lucu-lucu. Seusai menyimak kisah-kisah di cersex, aku ingin menceritakan pengalamanku sendiri dengan bunda tetanggaku 3 tahun yang lalu terhadap pembaca sekalian. Selamat membaca.
cerita-sex-nikmatnya-ibu-mertua-tetanggakuCerita Sex: Nikmatnya Bunda Mertua Tetanggaku
Setiap sabtu malam minggu aku punya kebiasaan main catur di rumah tetanggaku. Catur merupakan salah satu dari sekian tidak sedikit hobiku tidak hanya olahraga, membaca, otak-atik elektronik serta bercocok tanam. Aku biasanya main catur dengan tetanggaku, seorang bujangan yang rumahnya tidak jauh dari rumahku. Tetanggaku itu tinggal hanya dengan ibunya saja. Kakak perempuannya telah menikah, serta tinggal dengan suaminya di lain kota. Hubunganku dengan sahabatku terjalin sangat akrab, juga dengan ibunya. Kami saling menghormati satu sama lain, meskipun beda usiaku dengan sang bunda hanya 5 tahun, dirinya 5 tahun lebih tua dariku saat itu. Hingga terjadilah momen itu, yang tidak sempat kusangka-sangka sebelumnya. Momen yang akhirnya mengubah diriku 180 derajat.
Seperti pada sabtu sebelumnya, aku bermaksud main ke rumahnya buat caturan. Kupamit pada istriku serta segera bergegas ke rumahnya. Udara malam itu terbukti dingin sekali dampak hujan lebat selagi 2 jam yang terjadi sore tadi. Pendek kata aku telah berada di pintu rumahnya. Kuketuk pintunya, serta tidak lama pintu itu terbuka. Nyatanya si bunda yang membukanya.Cerita Sex 2015
“Oh Ibu, ada Barinya bu?” tanyaku ramah.
“Nak Surya? oh Barinya lagi berangkat tuh…” jawab si bunda sama ramahnya.
“Ke mana, Bu?”
“Ke pesta pernikahan kawan SMUnya. Baru aja dirinya jalan…”
“Oh gitu ya?” sahutku. “Kalau gitu, saya pamit aja deh…”
“Oh, kenapa buru-buru, kan Nak Surya baru hingga?”
“Ah, nggak. Kalau Bari nggak ada, saya pamit aja deh…”
“Ah, jangan tergesah-gesah begitu. Temani Bunda ya?”
Walau agak heran dengan permintaannya, aku akhirnya menurut juga. Kuikuti dirinya masuk. Kamipun tidak lama asyik berbincang-bincang di ruang tamunya. Hingga akhirnya si bunda menawariku kopi.
“Oh iya, Nak. Keasyikan ngobrol maka lupa nawari minum. Sebentar saya siapkan dulu ya…”
“Ah, Ibu. Nggak usah repot-repot…”
“Ah, nggak kok. Masa repot?” kata si bunda sambil tersenyum ramah. Seusai itu, dirinya segera beranjak ke dapur.
Sambil menunggu, kuambil surat berita terbitan kali ini yang tergeletak di meja tamu lalu kubaca-baca. Sedang asyik kubaca surat berita itu, tiba-tiba si bunda memanggil dari dapur.
“Nak… Nak, dapat saya minta tolong?”
“Oh, ada apa, Bu?”
Spontan aku segera beranjak dari sofa itu serta langsung menghampirinya. Nyatanya kompor gas si bunda agak macet serta dirinya memintaku membetulkannya. Pas sedang membetulkannya, tidak sengaja aku menonton ke arah gundukan payudara si ibu. Saat itu si bunda sedang membungkuk memperhatikanku yang sedang sibuk mengutak-atik kompor gasnya yang macet. Apalagi si bunda hanya mengenakan daster yang belahan dadanya agak rendah. Aku langsung terpana melihatnya. Tidak hanya besar, payudaranya juga tampak ranum serta kenyal. Tidak kusangka perempuan ini tetap mempunyai payudara seindah itu di usianya yang tidak muda lagi. Pemandangan indah itu membikin Kontolku mulai tegak membesar dari balik celana jeans yang kukenakan tanpa kusadari. Aku begitu terangsang menonton keindahan payudara si ibu.
Si bunda yang semula perhatiannya ke pekerjaanku, tidak urung kaget juga menonton perubahan ukuran Kontolku. Tapi anehnya, dirinya tidak juga mengubah posisinya. Sepertinya dirinya sih tahu aku terangsang dengan kemolekan payudaranya tapi dirinya tampak cuek saja, pura-pura tidak tahu. Akhirnya seusai berusaha sekuat tenaga mengendalikan malu sekaligus mengendalikan Kontolku supaya tidak terus membesar ukurannya, berakhir juga persoalan kompor itu.
“Wah, Nak Surya hebat!” pujinya di sampingku.
“Ah, nggak masalah… cuma persoalan kecil kok Bu” sahutku.
“Kalau gitu bunda dapat minta tolong lagi?” katanya sambil menatapku nakal serta tersenyum genit.
Walau aku telah menduga apa yang bakal dirinya minta itu, tidak urung hatiku berdebar-debar juga menanti pertanyaannya. Apalagi kulihat dirinya terus mendekatkan dirinya ke tubuhku.
“A.. aa… pa Bu?” lidahku mendadak kelu, menyadari alangkah dekat wajahnya denganku saat ini.
Sambil mendesah, si bunda mengatakan parau, “Ibu mau kalian cium ibu…”
Belum sempat menyahut, dirinya langsung berjinjit, memeluk leherku lalu mencium bibirku. Sejenak aku terkesiap, tetapi tidak lama kemudian kami telah asyik berciuman di dapur itu. Hilang telah akal sehatku seusai bibirku bersentuhan dengan bibirnya yang tipis serta indah itu. Sambil asyik berciuman, diraihnya tangan kananku untuk meremasi payudaranya di sebelah kanan, sedangkan diarahkannya tangan kiriku ke pantatnya. Tangankupun langsung bergerak terampil. Keduanya langsung bergerak nakal menjalari payudara serta pantatnya yang ranum serta montok itu.
Si bunda tampak melenguh-lenguh merasakan nakalnya tanganku meremasi payudara serta jari-jariku menyusuri belahan pantatnya. Di lain pihak, tangan si bunda aktif meremasi Kontolku dari luar celanaku, membikin juniorku itu terus meradang saja ukurannya. Satu tangannya dirinya julurkan ke dadaku untuk meremasi puting susuku yang tercetak jelas dari balik kemeja kaus ketat yang kukenakan ini. Ketika nafsu kami terus memuncak, dituntunnya aku ke ruang keluarganya. Di sana dengan serempak, kami saling melucuti pakaian masing-masing, maka tidak lama kamipun telah bugil.
Kupandangi dengan sepenuh nafsu tubuhnya yang bugil itu. Luar biasa! Usia boleh kepala 4, tapi bodinya tidak kalah dengan bodi para perempuan yang lebih muda. Tanda-tanda ketuaan terbukti tidak dapat ditutupi, tapi dengan cara garis besar, dirinya tetap sangat menggiurkan bagi para lelaki mana saja yang menatapnya. Apalagi kalau telah bugil begini. Bahunya lebar, payudaranya besar, ranum serta mengkal. Tidak tampak tanda-tanda melorot semacam payudara para wanita seusianya. Perutnya rata, nyaris tidak ada lemaknya. Pinggangnya bundar, pinggulnya montok. Kaki serta betisnya tampak mulus serta kencang. Mungkin si bunda suka olahraga juga nih, makanya bodinya begitu terawat serta indah.Cerita Sex 2015
Di lain pihak, si bunda tampak tidak kalah kagumnya melihatku telanjang. Maklumlah, kegemaran olahragaku yang telah kutekuni sejak SD, membikin fisikku menjadi sangat bugar. Otot-otot kekar nan liat tampak bersembulan di sekujur tubuhku. Membikin tidak sedikit wanita tidak jarang kelimpungan kalau melihatku telanjang.
“Tubuh Nak Surya bagus banget deh… Bunda suka sama lelaki macho kayak Nak Surya ini…” kata si bunda smabil menatapku penuh nafsu. Dirinya mendekatiku lalu memelukku lagi. Kedua tangannya bergerak liar, meraba-raba bukit dada serta perut simetrisku, lalu bergerak turun ke arah Kontolku. Sesaat kemudian, kami kembali asyik berciuman liar serta saling meremas apa yang dapat kami remas.
Hanya sebentar kami melakukan itu. Berikutnya, kami saling menggeletakkan diri di atas karpet tebal di ruangan itu. Kami seakan tahu apa yang wajib dilakukan selanjutnya. Kami membentuk posisi 69 serta tidak lama kami telah asyik saling menjilati kemaluan lawan mainnya. Si bunda tampak bersemangat mengulum kemaluanku sambil asyik mengocoknya. Sesekali dirinya ikut menjilat serta meremasi kantung spermaku.
Aku serta Bunda Tetanggaku
Rasanya sangat dahsyat kulumannya. Bahkan kuluman istriku tidak sedahsyat kulumannya. Tampaknya si bunda ini sangatlah telah lama tidak disentuh lelaki, hingga kulumannya tampak begitu ganas. Di bawah sana, lidah serta jari-jariku tidak kalah aktifnya dengan tangan si ibu. Lidahku bergerak naik-turun sambil menjilati bibir kemaluannya, labia mayoranya serta semua yang ada di sekitarnya. Tangan kiriku asyik meremasi bokongnya, sedangkan jari-jari tangan kananku asyik menusuki celah memeknya.
Kami terus saling merangsang sambil mendesis-desis penuh kenikmatan. Kami saling mencium, menjilat, meremas, serta menggigit dengan rakusnya. Hingga akhirnya kami sendiripun merasa tidak tahan. Tanpa ada instruksi sebelumnya, serentak kami berubah posisi. Si bunda ambil posisi di bawah, sedangkan aku bergerak menindih di atas tubuh moleknya. Sambil tersenyum mesum, dirinya buka selangkangannya lebar-lebar. Memamerkan liang surganya yang sangat indah nan menggiurkan itu. Membikin jakunku naik-turun berulang kali. Tidak sabar segera kutuntun Kontolku ke celah memeknya.
Kugesek-gesekkan sejenak kepala Kontolku di bibir memeknya, sebelum akhirnya kudorong pelan.
“Ssleebb… ssleebbb… bblessshhh…” sedikit demi sedikit Kontolku tertelan liang surganya, memunculkan sensasi nikmat yang sulit digambarkan rasanya. Si bunda sendiri tampak meringis-ringis nikmat merasakan sodokan kemaluanku yang hangat serta keras ini memasuki liang surganya.
Memek si bunda kurasakan tetap sempit serta legit. Tidak kalah dengan memek para gadis. Tampaknya si bunda sangat pintar dalam menjaga kemaluannya itu. Membikin batang Kontolku yang ukurannya king size itu tampak agak kesulitan menembusnya. Tetapi dengan rangsangan terus menerus dariku di titik-titik erotisnya, akhirnya memek si bunda menyerah juga. Lorong yang hangat itu terasa terus basah seiring meluapnya cairan pelumasnya, dampak rangsangan lidah serta tanganku di payudaranya.
Kontolku terus melaju hingga hingga di tahap terdalam liang surganya. Lalu mulai kupompa dia. Aku bergerak dalam posisi push-up di atasnya. Sementara pantatku bergerak maju-mundur mengebor memeknya. Terus lama gerak pantatku terus kupercepat. Membikin jeritan erotis si bunda terus keras terdengar. Membuatku terus bersemangat dalam menjajah celah kemaluannya.
Keringat mulai mengalir deras membasahi tubuh bugil kami. Si bunda tampak menjerit-jerit keenakan dipompa senjataku. Sepasang tangannya meremasi rambutku. Tidak jarang tangan-tangan itu aktif mencakari punggungku yang liat ini, membikin sedikit pedih di kulitnya sebab kukunya yang agak panjang itu. Aku sendiri tidak mau kalah. Sambil terus memompa Kontolku dalam-dalam, aku asyik mencumbui bibirnya yang seksi. Aku juga gigit-gigit pelan lehernya yang mulus kulitnya itu. Sesekali aku menyusui sepasang payudaranya yang menggiurkan itu dengan cara bergantian. Pantat serta pinggul si bunda tampak bergoyang-goyang liar menyambut sodokan Kontolku, membuatku nyaris gila sebab begitu nikmat pengaruhnya di batang Kontolku.
Sekitar 15 menit kemudian si bunda keluar. Dirinya terus erat memeluk tubuh atletisku yang basah kuyup oleh keringat kami berdua. Kubiarkan dirinya beristirahat sejenak seusai orgasmenya itu. Kemudian kembali kuserang dia. Kucoba bangkitkan gairahnya lagi dengan meremasi setiap jengkal titik erotisnya. Tidak lama kami telah asyik berciuman dengan liarnya sambil saling meremas serta meraba. Tidak perlu lama untuk membangkitkan gairahnya. Ciuman kami yang liar sukses membuatnya panas kembali. Ketika aku hendak menggaulinya lagi dengan posisi serupa, dirinya menggeleng.
Dia berdiri lalu memintaku untuk bercinta lagi di posisi lain. Aku tersenyum mendengar permintaannya itu. Lalu segera kubopong dirinya ke atas sofa di ruang keluarganya. Di sana kami tetap sempat bergelut sebentar sebelum dirinya bergerak lagi. Dirinya naik ke atas pangkuanku membelakangiku. Dipegangnya batang Kontolku yang tetap perkasa ini ke arah memeknya yang telah mulai basah kembali, lalu… “blesshhhh….” masuk telah seluruh batang Kontolku ditelan memeknya.Cerita Sex 2015
Pada posisi yang kedua ini, rasa nikmat yang kami rasakan terasa luar biasa. Kemaluanku yang king size ini begitu menikmati pijatan otot-otot memeknya si ibu. Di lain pihak si bunda tidak henti-hentinya mendesis kenikmatan. Kepalanya tampak bergoyang-goyang liar merasakan pompaan Kontolku. Kepala kemaluanku yang besar ini rupanya sukses hingga di mulut rahimnya, serta memberikan kenikmatan tidak terhingga baginya. Turun-naik, keluar-masuk, memompa serta dipompa, menggoyang serta digoyang. Terus lama terus liar serta cepat. Sambil memompa, tidak henti-hentinya kuremasi payudaranya yang montok itu dari belakang. Semacam tadi, kurang lebih 15 menit kupompa memeknya, dirinya keluar lagi untuk yang kedua kalinya.
Sebelum aku keluar, kami sempat bercinta dalam 2 posisi lagi. Kami melakukannya dalam gaya berhadapan serta gaya anjing di sofa itu. Aku sukses membuatnya keluar sebanyak 2 kali. Masing-masing dalam setiap gaya persetubuhan yang kami lakukan.
10 menit kemudian, seusai lebih dari sejam kami bercinta, ambrol juga pertahananku. Kutarik Kontolku keluar dari jepitan memeknya semenit sebelum aku hingga di puncak. Lalu kusemburkan spermaku berkali-kali ke wajah serta payudara si ibu. Spermaku yang kental serta tidak sedikit itu membasahi wajah, leher, payudara serta rambutnya. Dikocoknya batangku, seakan-akan dirinya tidak puas dengan seluruh sperma yang kutumpahkan tadi. Setelahnya, dirinya raih sperma-sperma itu untuk ditelannya hingga habis. Sisanya dirinya balurkan ke dada serta kedua puting susuku, untuk dirinya jilati semacam seorang anak menjilati sisa-sisa es krimnya. Membuatku meringis-ringis kegelian.
Puas bercinta, kami sama terkapar di atas sofa. Kami bercanda sambil sesekali berciuman serta saling meremas. Sesudahnya aku mandi di rumahnya untuk membersihkan tubuhku dari sisa-sisa pergumulan dahsyat tadi, supaya tidak ketahuan istriku. Berakhir mandi, si bunda membuatkanku teh manis hangat dengan cemilan ringan. Kamipun berbincang-bincang sejenak semacam tidak ada terjadi apa-apa di antara kami.
Begitu kudapannya habis serta aku hendak pamit, si bunda buru-buru mencekal lenganku. Sambil menatapku genit, dirinya beramanat aku lebih sering-sering mampir ke rumahnya. Aku hanya tersenyum saja mendengar permintaannya itu. Dirinya lalu mencium bibirku dengan sepenuh perasaan. Dirinya juga sempat meremas kemaluanku dari balik celana, sebelum dirinya melepasku di teras rumahnya
Dalam perjalanan ke rumah, aku berkali-kali menghembuskan nafas panjang. Aku tidak sempat menyangka akhirnya aku berselingkuh juga. Dengan wanita yang tidak kusangka-sangka pula. Tetangga sekaligus bunda sahabat baikku selagi ini. Sebelumnya tidak sempat sekalipun aku mengkhianati istriku selagi 15 tahun pernikahan kami. Tidak sedikit wanita di luar sana yang begitu menarik, tetapi tidak sedetikpun aku berminat untuk berselingkuh dengan mereka. Apalagi istriku juga tergolong wanita yang pandai memuaskanku di atas ranjang.
Kali ini semuanya terasa berbeda. Mesikipun aku sangat rugi telah mengkhianati istriku, aku tidak dapat membohongi diriku sendiri kalau perselingkuhan itu nyatanya nikmat juga. Sangat nikmat malah. Ibarat kalau selagi ini kami hanya makan ‘opor’ di rumah tangga kita, selingkuh berarti kami makan ‘opor’ di luar sana, tetapi dengan variasi, rasa serta sensasi yang berbeda.











0 komentar:
Posting Komentar